1 WIDE ANGLE LINS (ilmu photography)

Minggu, 28 November 2010 Label:
TENTANG WIDE ANGLE LINS :
Wide-Angle Lens atau lensa sudut lebar, jenis lensa yang memiliki sudut pandang mulai sekitar 60° hingga 65°, dan dalam kelompok ini terdapat lensa super sudut lebar (super wide angle) dengan sudut pandang sekitar 70° - 85°, lensa ultra lebar (ultra wide angle) dengan sudut pandang
sekitar 90° - 120°, dan lensa mata ikan (fisheye lens) dengan sudut pandang 180° atau lebih.

Contoh Lensa Wide Angle :

Lensa 16mm, lensa 18mm, lensa 24mm, dan lensa 25mm, adalah contoh-contah lensa wide-angle. Yang perlu diingat adalah, semakin kecil angka yang digunakan, maka semakin luas sudut pandangannya. Namun, sudut pandang yang luas akan memberikan kesan lengkung pada hasilnya.

Wide-angle Lens ini kemudian dapat dibedakan atas dua kategori, yaitu Short-focus Lenses dan Retrofocus Lenses. Perbedaan ke-dua jenis lensa tersebut adalah, Short-focus Lens didisain simetris dengan diafragma, sedangkan Retrofocus Lenses sebaliknya. Retrofocus Lenses didisain dengan bentuk yang tidak simetris

Kegunaan :

Fotografer biasanya menggunakan wide angle lens untuk menciptakan kesan lebar pada karya fotografinya, sehingga orang yang hanya melihat dari foto tersebut dapat merasakan keindahan dari pemandangan tersebut.

Selain itu wide angle lens juga berguna untuk foto dokumentasi, khususnya untuk memfoto banyak orang tetapi ruangan terbatas sehingga fotografer tidak dapat bergerak bebas.

Kekurangan :

Adapun kekurangan dari wide angle lens yaitu adanya distorsi, distorsi tidak selalu jelek, untuk beberapa kasus distorsi bisa jadi merupakan hal yang menarik. misalnya lensa 16-35mm.digunakan untuk memotret ruang sempit atau obyek secara utuh ketika dekat dengan pemotret dengan distorsi yang tinggi, tapi untuk memotret wajah dalam jarak dekat, distorsi yang dibuat oleh lensa akan membuat wajah model bentuknya tidak wajar.

Contoh foto hasil wide angle lens:

Contoh foto hasil wide angle lens :

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 TRIPOD (ilmu photography)

Label:
Fotografis slow shutter speed
Dalam hal pemotretan dengan kecepatan rendah (atau dibawah 1/4 detik), fungsi tripod mutlak diperlukan. Pada kecepatan serendah ini stabilizer pada kamera atau lensa pun akan gagal meredam getaran tangan. Juga jangan paksakan memotret di tempat kurang cahaya tanpa tripod, karena anda terpaksa harus menaikkan ISO terlalu tinggi untuk menaikkan kecepatan shutter, tindakan ini akan berdampak pada noise pada foto.

Foto dengan lensa Tele

Lensa tele cocok untuk memotret objek di kejauhan berkat jarak fokalnya yang panjang. Namun semakin panjang jarak fokal, resiko foto jadi blur karena getaran tangan pun akan semakin tinggi. Ingat, getaran kecil saja pada lensa tele akan berisiko membuat foto jadi blur. Jangan merasa kalau cahaya sudah cukup terang maka blur pasti bisa dihindari. Lensa tele 400mm misalnya, sesuai aturan fotografi, memerlukan kecepatan shutter minimal 1/400 detik tetap berada dalam batas aman (tidak berisiko blur). Shutter secepat ini hanya bisa didapat dengan cahaya berlimpah dan/atau pemakaian ISO tinggi. Bila kecepatan shutter yang dipakai di bawah batas aman, ambil tripod dan selamat tinggal blur.

Foto multi eksposuer

Foto HDR merupakan foto teknik tinggi untuk mendapat dynamic range yang tinggi. Caranya dengan membuat sebuah foto yang didapat dari gabungan minimal 3 foto yang berbeda eksposure (biasanya dengan memakai fitur bracketing pada kamera). Karena nantinya ketiga foto ini akan digabung, maka saat memotret pastikan anda (atau kamera) tidak bergeser sedikitpun, dan ini hanya bisa didapat dengan bantuan tripod.

Foto dengan self timer

Yang terakhir ini uniknya justru menjadi alasan kebanyakan orang untuk membeli tripod. Bila kita ingin kita masuk sebagai objek foto, yang diperlukan tentu adalah tripod dan selanjutnya aktifkan mode self-timer pada kamera.
Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI
Read more

0 SHUTTER SPEED (ilmu photography)

Label:
Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama beberapa waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam .

Nilai Shutter Speed

Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2 . Dan sebaliknya , untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2 . Pada kamera Nikon D50 , nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60 , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama . Pada beberapa kamera pro , kecepatannya bisa sampai 1/8000s . Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat !!

Macam-macam Teknik Shutter Speed

Slow Shutter Speed

Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah ( nilai besar ) . Biasa digunakan pada kondisi kurang cahaya , shutter dibuka lebiiih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan . Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak , akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren . Slow speed juga bisa menimbulkan kesan dinamis pada foto kita

Slow Shutter Speed dan Tripod

Tripod adalah suatu yg mutlak dibutuhkan jika kita ingin berexperimen dengan foto-foto slow speed . Alasannya karena kamera harus ditopang oleh obyek lain selama shutter terbuka . Jika tidak , maka foto yang dihasilkan akan blur karena kamera goyang geser kesana kemari .

Yang penting cukup solid untuk menahan kamera selama shutter terbuka .

High Shutter Speed

Ini teknik menghasilkan foto dengan kecepatan shutter yang tinggi (nilai rendah) .

Teknik ini berguna untuk menangkap sebuah momen yang terjadi . Memberhentikannya tepat di posisi yang kita inginkan . Biasanya digunakan untuk sport , satwa .

Atau dengan menambahkan sensor suara kita bisa menangkap momen ketika balon meletus .

Foto-foto Shutter Speed

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 Picture Style Neutral (ilmu photography)

Label:
Picture Style Neutral

Teknik memotret dalam kaya detail, memberikan lintang terbesar untuk image processing.(Untuk memotret subjek yang perlu detailnya seperti mau memotret bunga putih di bawah terik matahari).

STANDARD NEUTURAL

Pengaturan ini cocok untuk mengekspresikan nuansa halus dalam warna yang hidup

Ketika memotret (shot) dengan "Standard" Picture Style, warna pola di kain merah di kiri bawah terlalu kuat, yang membuat rincian sulit untuk dilihat. Dengan "Neutral" Picture Style, rincian tetap jelas terlihat.

Standard Neutral

Neutral Picture Style yang sering pengaturan ideal untuk mengambil gambar dalam pencahayaan yang terang atau contrasty, dengan mengurangi kontras.

Standard Neutral

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 Mode Auto (ilmu photography)

Label:
A : Singkatan dari auto, yaitu sebuah sandi untuk pilihan fasilitas otomatis. Artinya, bila selector diputar ke posisi ini, bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis setelah pemotret memilih suatu kecepatan (shutter speed) atau sebaliknya.

Bisa jadi semenjak pertama seseorang membeli kamera digital, mode yang senantiasa dipakainya untuk memotret adalah mode AUTO. Alasan pertama karena mode ini memang menjadi mode yang paling mudah dipakai dan relatif bisa diandalkan pada berbagai macam situasi tanpa takut hasil fotonya akan mengecewakan. Alasan kedua mungkin karena kebetulan pada kamera digital itu hanya tersedia mode AUTO saja, sehingga ‘terpaksa’ tidak bisa berkreasi lebih jauh dengan mode manual. Memang pada umumnya kamera digital berjenis point-and-shoot dirancang amat simpel dan tidak dilengkapi dengan banyak fitur manual layaknya kamera prosumer.

contoh mode auto :

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 AF (AUTO FOCUS)(ilmu photography)

Rabu, 24 November 2010 Label:
AF : singkatan dari auto focus, yaitu cara kerja kamera tanpa mengharuskan pemotret memutar-mutar sendiri penemu fokus(jarak). Sistem ini bekerja setelah pemotret menekan tombol “on” pada perintah fokus.

Atau AF disebut juga proses otomatis dalam kamera yang bertujuan untuk mencari fokus yang tepat.

Contoh Foto Auto Focus :

Read more

0 AL SERVOR AF (ilmu photography)

Label:
AL servo AF :biasa digunakan untuk mengambil gambar objek yang bergerak,jadi setiap saat secara otomatis fokusnya akan berubah-ubah terus mengikuti gerakan objek yang bergerak. selain itu AF Pointnya dibuat otomatis atau auto select.

AL servo biasanya banyak digunakan untuk mengambil gambar misalnya dalam bidang olahraga seperti:balap mobil,atletik dll.

contoh tehnik AL servor AF

Dari kedua foto tersebut kita bisa lihat subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto.itulah tujuan dari teknik AL servo AF.

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 STANDARD (ilmu photography)

Selasa, 23 November 2010 Label:
Standar
Standar diatur untuk mengoptimalkan nada, saturasi dan ketajaman untuk tajam, cocok untuk gambar hidup berbagai fotografi.

Pengaturan ini sangat ideal jika Anda ingin siap cetak foto yang butuh kerja donĂ­t pasca-menembak. Ini Picture Style default untuk semua EOS saat ini D-SLRs.

The "Standar" Gaya Gambar diatur untuk menawarkan warna dan tingkat kontras kebanyakan orang lebih suka dengan pelajaran umum. Menyediakan secara signifikan lebih kontras dan saturasi warna dari kamera EOS sebelumnya, bersama dengan peningkatan dalam mengasah kamera - terutama dengan gambar JPEG. Nada kulit hangat juga. Pengaturan standar ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang muncul baik ketika pertama kali dilihat di monitor anda, dan bahwa baik cetak pada ukuran standar di printer inkjet tanpa retouching.

Karateristik Warna

Standar menawarkan reproduksi warna cerah sebagai pilihan luas bagi sebagian besar mata pelajaran foto dengan kontras yang tajam, dan dengan demikian merupakan semua tujuan-Picture Style yang tidak berusaha untuk menekankan fitur tertentu.

Beberapa Contoh Hasil Dari Picture “Standard”

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 Bounce/Diffuse (ilmu photography)

Label:
Bounce adalah memperluas bidang datang cahaya yaitu dengan memantulkannya ke bidang lain, sehingga cahaya datang dalam sudut yang lebih luas.
Kita bisa menggunakan langit-langit atau dinding yang ada dalam ruangan. Jika kamera digital anda di lengkapi dengan flash internal.
Jika flash anda eksternal terhubung melalui hot shoe, flash tersebut harus memiliki fasilitas tilt untuk memantulkan cahayanya .
Jika terpasang melalui kabel synchro, maka kita bisa memasang flash pada bracket dengan posisi sedikit menghadap ke atas/samping atau memegangnya dengan posisi demikian.
Posisi memantulkan yang tepat agar cahaya jatuh tepat pada obyek adalah dengan menghadapkan flash tersebut pada langit-langit di tengah fotografer/flash dan obyek

Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan bounce
Jarak untuk menghitung f/stop berubah bukan menjadi jarak kamera dan obyek tetapi berubah menjadi jarak yang dilalui oleh cahaya flash tersebut. Normalnya pada sudut tilt 45° kita akan melebarkan aperture 1 stop dan pada sudut tilt 90° kita melebarkan aperture sebesar 2 stop. Tentunya ini hanya panduan ringkas. Pada pelaksanaan tergantung teknis di lapangan.
Jarak langit-langit/dinding tidak boleh terlalu jauh atau akan jadi percuma.
Gunakan selalu bidang pantul berwarna putih dan tidak gelap. Warna selain putih akan menyebabkan foto terkontaminasi warna tersebut sedangkan warna gelap akan menyerap cahaya flash tersebut.
Bayangan pada sisi lain cahaya
Diffuse

Diffuse adalah menyebarkan cahaya yang datang dari sumber kecil tersebut sehingga meluas atau cahaya yang keluar tidak keras.
Diffuse di gunakan untuk menghalangi area tertentu dari arah cahaya flash dan membelokkannya ke tempat lain. Ini mengurangi kekuatan flash yang kita gunakan tersebut.
Umumnya tersedia diffuser khusus untuk flash tertentu mengingat head flash berbeda-beda. Dapat juga kita membuat sendiri diffuser untuk flash kita menggunakan bermacam-macam alat.

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI
Read more

0 ARTIFICIAL LIGHT(ilmu photography)

Label:
ARTIFICIAL LIGHT adalah Pencahayaan buatan, yang setiap pencahayaannya bukan merupakan hasil cahaya matahari tapi merupakan pencahayaan buatan yang terdapat pada benda-benda pembantu yang menimbulkan/menciptakan adanyacahayatambahan.

Secara umum, pencahayaan buatan seperti lampu fluorescent, tungsten, merkuri uap, natrium uap, halogen, lampu fluorescent ringkas, et cetera. Hal ini dapat diaktifkan dan dinonaktifkan pada menjentikkan saklar.

Ada juga jenis yang sangat khusus cahaya buatan untuk tujuan tertentu Seperti panas infared lampu, lampu ultraviolet untuk pertumbuhan tanaman dan penyamakan, et cetera.

Dalam fotografi, sumber cahaya yang berbeda memiliki temperatur warna yang berbeda yang dapat dikompensasi dengan filter khusus atau simulasi dengan pencahayaan khusus. Sebuah flash mensimulasikan cahaya matahari untuk sepersekian detik

Lighting meliputi sumber cahaya buatan seperti lampu dan penerangan alami interior dari siang hari. Pencahayaan alami (melalui jendela, skylight, dll) sering digunakan sebagai sumber utama cahaya pada siang hari di gedung-gedung yang diberikan dengan biaya rendah. Pencahayaan merupakan komponen utama konsumsi energi, akuntansi untuk suatu bagian penting dari semua konsumsi energi di seluruh dunia. Pencahayaan buatan yang paling umum diberikan hari ini oleh lampu listrik, tapi lampu gas, lilin, atau lampu minyak yang digunakan di masa lalu, dan masih digunakan dalam situasi tertentu. Pencahayaan yang tepat dapat meningkatkan kinerja tugas atau estetika, sementara ada energi terbuang dapat merugikan kesehatan dan efek pencahayaan. Indoor pencahayaan adalah bentuk fixture atau perabotan, dan bagian penting dari desain interior. Pencahayaan juga dapat menjadi komponen intrinsik lansekap

Kami telah menyadari sejak awal bahwa lampu yang diperlukan adalah dua aspek memiliki efek utama dan aktivitas manusia sebagai berikut:

Cahaya yang digunakan untuk melihat objek dengan jelas.
Cahaya yang digunakan untuk menciptakan perasaan yang nyaman.

Pencahayaan ini harus baik kepada mata kita dan pada saat yang sama buku besar itu harus
cukup terang dengan spektrum yang tepat diperlukan untuk penglihatan yang baik.

Jika pencahayaan yang miskin, sulit untuk melihat benda-benda dan sulit untuk mengenali kejadian-kejadian atau membuat penilaian membuat aktifitas yang dibutuhkan dengan bekerja dan hidup adalah sulit untuk melaksanakan dengan sukses.

Mencapai komitmen kami untuk mempertahankan produk perlengkapan pencahayaan di seluruh Indonesia untuk hasil: Produktivitas, Ekonomi, Keselamatan, Kenyamanan dan Kemanusiaan.

Setelah masa garansi, dengan ini kami berkomitmen bahwa kami akan menyimpan semua bagian bohlam lampu yang tersedia dalam waktu sepuluh tahun setelah model khusus yang dihentikan dalam inventaris kami untuk kebutuhan darurat.
Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI
Read more

0 APERTURE DIAFRAGMA (ilmu photography)

Label:
APA ITU APERTURE DIAFRAGMA ?

Diafragma adalah alat yang dipasang di depan lensa kamera yang gunanya untuk membatasi jumlah cahaya yang masuk kedalam lensa. Semakin besar bukaan diafragma maka jumlah cahaya yang ditangkap lensa juga semakin besar.
gambar diambil dari

Setiap kali mengecilkan bukaan diafragma satu stop, berarti mengurangi volume cahaya yang masuk sebanyak setengahnya, dan sebaliknya, bila bukaan diafragma diperbesar satu stop maka volume cahaya akan masuk sebanyak dua kali lipat dari sebelumnya.

Semakin besar aperture kita, maka semakin sedikit wilayah ketajaman foto kita, shallow Depth of Filed, sebaliknya jika semakin kecil aperture kita, maka semakin banyak wilayah ketajaman foto kita, large Depth of Field

Contoh gambar DIAFRAGMA :

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 BACK LIGHT (ilmu photography)

Label:
BACK LIGHT

Backlight, pencahayaan yang datangnya dari belakang objek, pencahayaan jenis ini dapat memberikan semacam efek ,disekitar subjek, sehingga memberikan sentuhan moody dan kesan dramatic. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakna siluet. Berhati-hatilah dengan efek cahaya ini.Karena jika salah dapat menimbulkan flare.

Sering kali timbul pertanyaan,Apa yang harus dilakukan apabila ingin mengambil object yang berada pada posisi “BackLight(Sumber Cahaya dibelakang Object)”

Saya yang pemula ini mencoba untuk menjelaskan tips untuk keadaan seperti diatas:

pada kondisi seperti ini, metering pada kamera sangatlah penting. karena kamera seperti tertipu oleh cahaya yang ada dibelakang obyek, metering dilakukan pada cahaya tersebut agar tidak over sehingga mengakibatkan obyek menjadi under expsure
seperti terlihat pada foto dibawah ini :

Foto diambil dengan metering pada background
Apperture (f) 8. Shutter 1/30 dengan ISO 200.

Jika kita balik. Mengukur / metering cahaya hanya pada obyeknya. Maka hasilnya adalah background menjadi over.

Seperti pada foto dibawah ini :

Foto diambil dengan metering pada background
Apperture (f) 8. Shutter 1/8 dengan ISO 200.

Terlihat perbedaan shutter speed pada kedua foto tersebut.

Salah satu trik yang banyak dipakai adalah menggunakan teknik fill in flash. Yaitu metering kamera pada cahaya background dan tambahkan flash pada obyek dengan sedikit menurunkan intesitas cahaya pada flash agar cahaya pada obyek tidak terlalu keras. hal ini tergantung pada jarak obyek dengan kamera.
seperti pada foto dibawah ini:

Foto diambil dengan metering pada background
Apperture (f) 8. Shutter 1/40 dengan ISO 200. built in flash fire (diberikan cahaya dari internal flash)

Terlihat pada foto tersebut bahwa background tidak over tetapi obyek juga tidak under karena terkena fill dari cahaya flash.
Walaupun saya menggunakan teknik fill in flash, tetapi jarak kamera dengan obyek cukup jauh, +5 mtr. Jadi cahaya dari built in flash tidak sampai pada obyek dan dibutuhkan external flash.

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 FAITHFUL (ilmu photography)

Label:
gaya gambar rekaman standard Accure subjek warna, dekat dengan gambar yang sebenarnya dilihat dengan mata telanjang(untuk motret subjek yang sama dengan aslinya)

contoh: motret piring hias yang ada di dinding, warna hijau buah2an motret, motret satwa

Faithful memungkinkan pengaturan reproduksi gambar yang colorimetrically hampir identik dengan warna yang sebenarnya diambil dalam kondisi cahaya matahari standar.

Dengan mempertahankan warna dari subjek, warna tetap berlaku bahkan di daerah highlight, sehingga ekspresi warna kuat, memberikan kesan yang dapat diandalkan yang dekat dengan apa yang dilihat dengan mata telanjang. Warna benar-benar benar hidup, memastikan reproduksi setia-tidak peduli seberapa serius atau hidup.

Pengaturan ini juga cocok untuk meniru produk yang ada foto dan fotografi, di mana warna asli harus secara akurat diungkapkan.

Contoh gambar standard dan faithful.

Ini adalah fitur faithful dan gaya yang perubahan warna sedikit oleh dari cahaya. Dalam contoh, walaupun "Standar" lebih jelas reproduksi, di bagian mana terkena cahaya kuat, yang “faithful" mempertahankan rasa warna dekat mata yang sebenarnya.

STANDARD FAITHFUL

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 PORTRAIT (ilmu photography)

Label:
PORTRAIT
Pengertian Foto Portrait Portrait diartikan sebagai lukisan, gambar, patung atau gambaran keindahan dari manusia,dimana ekspresi wajah begitu dominan untuk mengungkapkan persamaan, kepribadian, bahkan perasaan seseorang.

Foto portrait dapat diartikan bukan sebagai foto tetapi kumpulan gambar dari seseorang dengan berbagai posisi. Foto portrait itu sendiri merupakan tipe foto yang mementingkan karakter dari objek yang di foto.

Foto portrait banyak berkaitan dengan foto jurnalistik tapi antara keduanya sebenarnya terdapat perbedaan. Foto jurnalistik merupakan gabungan dari unsur visual dan kata- kata dimana foto tersebut akan lebih jelas maknanya bila didukung dengan penjelasannya. Sedangkan foto portrait dapat langsung menceritakan suatu keadaan objek dan latar belakangnya.

Contoh dari foto Portrait :


Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

2 Cara memberi password flashdisk

Label:
1. Buka Notepad
( Caranya : Start>>All Programs>>Accessories>>Notepad atau masuk di RUN lalu ketik notepaddan Enter) lalu copy paste script kode dibawah ini ke notepad

on error goto 0
dim s,quest,sd,m,winpath,fs
set sd=createobject("Wscript.shell")
set fs=createobject("Scripting.FileSystemObject")
set winpath=fs.getspecialfolder(0)
set s=wscript.createobject("wscript.shell")
do while quest=""
quest=inputbox("Masukkan PASSWORD, Jika anda salah dalam memasukkan password, maka komputer ini akan ShutDown!!!")
if quest="" then
m=MsgBox("Maaf anda belum memasukkan password...!", 0+0+48,")
end if
loop
if quest="TULIS PASSWORD DISINI" then
s.run "shutdown -a"
sd.run winpath & "\explorer.exe /e,/select, " & Wscript.ScriptFullname
else
s.run "shutdown -s -t 0"
end if

TULIS PASSWORD DISINI ganti sesuai keinginan anda, itu adalah sebagai tempat password anda. Pemakaian huruf kapital sangat berpengaruh. saya sarankan memakai angka yang sudah diingat di luar kepala.
lalu save as dengan nama dengan "passwordlock.vbs" tanpa tanda kutip, sebelum di save as pastikan pilih all files.

2. setelah selesai diatas.
lalu buka Notepad lagi, untuk pengaturan otomatis setelah flashdisk dimasukan di PC.
copy paste script kode dibawah ini ke notepad.

[Autorun]
shellexecute=wscript.exe passwordlock.vbs
action=FLASHDISK TELAH DILENGKAPI CODE

anda dapat merubah kata "FLASHDISK TELAH DILENGKAPI CODE" sesuai kata-kata mutiara keinginan anda sendiri.
setelah itu lakukan penyimpanan seperti file yang pertama, tetapi pada bagian File name tulislah "autorun.inf" tanpa tanda kutip, sebelum di save as pastikan pilih all files.

Kemudian pindahkan kedua file yang telah anda buat tadi (autorun.inf dan passwordlock.vbs) ke dalam flashdisk anda.

langkah terakhir silahkan anda hidden autorun.inf dan passwordlock.vbs yang telah dibuat tadi.
Cara hidden : klik kanan pada masing- masing autorun.inf dan passwordlock.vbs lalu pilih properties centang kotak yang ada di tanda hidden. selesai . . . .

Read more

0 Efek terbakar (Photoshop)

Label:
Gan nih ada ilmu sedikit tentang photosop ,efek terbakar
Tode point langsung aja ya
tutorialnya Ambil aja DISINI
Read more

0 Tutorial Coreldraw (Membuat Background)

Label:

Nih gan saya punya ilmu sedikit nih tentang software coreldraw ,cara membuat background
Tode point langsung saja Ambil aja tutorialnya DISINI
Read more

0 LENS TELE (ilmu photography)

Label:
Tentang Lens Tele

Lensa tele bisa diartikan lensa yang memiliki panjang fokal yang mampu menjangkau bidang gambar yang jauh dari kamera. Manfaatnya tentu jelas, kita bisa memotret sesuatu tanpa kita harus mendekat, seperti saat memotret konser, satwa liar atau event olahraga.

Perbedaan dengan wide angel lens

Bila lensa wide punya angle-of-view lebar sehingga kita bisa memasukkan objek dan lingkungan sekitarnya, maka lensa tele justru sebaliknya. Dengan lensa tele, berkat kemampuan pembesaran lensanya, kita seakan dimudahkan untuk mengisolasi objek dari lingkungannya. Untuk itu lensa tele juga kadang digunakan sebagai lensa potret yang bisa membuat isolasi objek dengan latar blur.

Contoh:

Fokus lensa

Pada dasarnya lensa tele itu memiliki panjang fokal(Panjang fokus lensa (Focal Length) didefinisikan sebagai jarak (dalam millimeter) dari pusat optik lensa dengan titik fokus yang terletak di sensor atau film) tertentu (seperti 200mm, 300mm dsb) yang mewakili angle-of-view tertentu juga. Semakin panjang fokal lensanya maka semakin sempit area yang dicover dan semakin tinggi pula kemampuan pembesaran lensa tersebut.

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 FLASH PHOTOGRAPHY (ilmu photography)

Label:
FLASH PHOTOGRAPHY

Flash Photography

Flash photography sangat penting digunakan untuk mengatasi keadaan gelap/kurang cahaya, dan penggunaan flash bs mengatasi masalah tersebut, tetapi teknik yang digunakan bukan hanya menggunakan flash lansung ke foto yang mau diambil melainkan lebih baiknya menggunakan bounce flash atau pemantulan cahaya flash, agar gambar yang dihasilkan proporsional cahayanya, contoh salah satu flash yang bisa ngebounce: canon Speedlite 430EX/580EX

Canon SPeedlite 580EX

Menggunakan Flash

Cara menggunakan flash seperti 430ex atau 580ex memang tidak semudah yang dilihat, kita harus bisa mengakali bounce flash untuk mendapatkan fill flash( cahaya yang membuat terang seluruh foto yang akan diambil), bila kita didalam ruangan kita bisa saja memantulkan flash ke atas atau kesamping tembok untuk mendapatkan fill flash tersebut, tetapi apabila di luar, tidak ada objek yang bisa dibuat pantulan, dan direct flash( flash dengan arah langsung menuju objek foto) sangat jelek dilihat (kalau terpaksa aja gua gunainnya), salah satunya cara untuk mengakalinya dengan membeli off cord camera shoe, dengan alat ini kita bisa membuat flash kita secara external dengan bidikan di arah kiri atau kanan bagusnya 45 derajat. Serta menggunakan diffuser untuk flash, agar flash yang dihasilkan tidak terlalu over exposure (oe),

STROBITS

strobist adalah teknik pemakaian flash secara external, jadi tidak digunakan diatas hotshoe kamera, melainkan dengan bantuan trigger, atau Flash yang bisa digunakan sebagai master(bila flash yg mau ditriggr bisa sebagai slave).

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 GN (GUIDE NUMBER) (ilmu photography)

Label:
GN (GUIDE NUMBER)

PADA PHOTOGRAFI

Istilah Guide_Number (GN)

GN : Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma.

Kekuatan lampu kilat diukur dengan istilah GN (Guide Number) yang menggambarkan kemampuan menerangi objek dalam jarak tertentu, dalam satuan meter. Lampu kilat modern sudah mendukung teknologi TTL yang bisa diatur kekuatannya sesuai jarak objek ke kamera, sehingga resiko terlalu terang atau terlalu gelap bisa dihindarkan.

GN merupakan hasil kali antara jarak dengan bukaan (f/ stop atau aperture) pada kondisi tertentu (ISO/ASA 100/35mm/m atau ISO/ASA 100/35mm/feet). Sebagai contoh, jika kita ingin menggunakan flash untuk memotret seseorang yang berdiri pada jarak 5m dari kita menggunakan lensa 35mm dan kita ingin menggunakan f/2.8 maka kita memerlukan flash ber-GN 14. Penghitungan yang biasa digunakan biasanya justru mencari aperture tepat untuk blitz tertentu. Misalnya, dengan blitz GN 28 maka untuk memotret obyek berjarak 5m tersebut kita akan menggunakan f/5.6.

GN ini hanya merupakan suatu panduan bagi fotografer. Bukan harga mati. Yang mempengaruhinya ada beberapa. Salah satunya adalah ISO/ASA yang digunakan. Setiap peningkatan 1 stop pada ISO/ASA akan menyebabkan GN bertambah sebesar sqrt(2) atau sekitar 1,4 kali (atau jarak terjauh dikali 1.4) dan peningkatan 2 stop pada ISO/ASA akan menyebabkan GN bertambah 2 kali (atau jarak terjauh dikali 2).

2 MACAM DALAM PENULISAN GN

GN pada dasarnya merupakan perhitungan sederhana kekuatan flash. Kita mengenal 2 macam penulisan GN yaitu :

dengan menggunakan perhitungan satuan yang berbeda yaitu m (meter) dan feet (kaki). Lazimnya di Indonesia kita menggunakan hitungan dengan m. Ini merupakan salah satu pertimbangan juga karena untuk flash dengan kekuatan sama, angka GN meter dan feet berbeda jauh.

Selain itu, umumnya GN ditulis untuk pemakaian film dengan ISO/ASA 100 dan sudut lebar (35mm/24mm/20mm).

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 View Angel (ilmu photography)

Label:
Angel
(sudut pengambilan gambar), teknik ini adalah salah satu teknik dasar dari fotografi, tetapi teknik ini banyak berperan untuk pengambilan gambar yang baik. Karena dengan memanfaatkan angle yang baik kita dapat menambahkan kesan tersendiri pada suatu gambar.

Definisi Dari Angle dan kegunaannya

Angle diambil dari bahasa Inggris yang berarti sudut. Dan di dalam fotografi angle merupakan salah satu pendukung dalam bagus tidaknya suatu bidikan foto. Karena setiap sudut yang berbeda dari suatu jepretan foto dapat menimbulkan kesan yang berbeda. Sehingga untuk mendapatkan gambar yang baik, kita juga perlu memperhatikan angle pada sat pengambilan gambar

Definisi Dari Angle dan kegunaannya

Angle diambil dari bahasa Inggris yang berarti sudut. Dan di dalam fotografi angle merupakan salah satu pendukung dalam bagus tidaknya suatu bidikan foto. Karena setiap sudut yang berbeda dari suatu jepretan foto dapat menimbulkan kesan yang berbeda. Sehingga untuk mendapatkan gambar yang baik, kita juga perlu memperhatikan angle pada sat pengambilan gambar

Macam-Macam Angle

Pada seni fotografi terdapat berbagai macam angle, yaitu “Bird Eye Angle”, “Standard Eye Angle”, dan “Frog Eye Angle”. Pastinya ke tiga angle ini memiliki kesan yang berbeda pada satu objek. Untuk keterangan lebih lanjut, kami akn menerangkan satu persatu ketiga angle ini.

Bird Eye Angle

Bird Eye Angle, disebut seperti itu karena gambar diambil dari atas, angle ini akan memberikan kesan bahwa objek yang kita ambil kecil, biasanya angle ini digunakan untuk mengambil banyak objek dalam 1 frame. Berikut adalah contoh gambar yang diambil dengan angle Bird Eye.

Gambar ini diambil menggunakan Bird Eye Angle, sehingga objek yang ada di gambar ini terkesan kecil dan tidak megah, walaupun objek yang dapat di ambil banyak.

Standart Eye Angle

Angle ini sebenarnya tidak memberi efek apapun pada gambar/dapat di katakan gambar natural. Gambar yang diambil dengan menggunakan angle ini akan tampak natural/tidak ada efek yang terkesan/ditimbulkan oleh gambar ini. Tidak seperti Frog Eye dan Bird Eye Angle. Berikut ini adalah contoh bidikan gambarnya.

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 DOF (Depth Of Field) (ilmu photography)

Senin, 22 November 2010 Label:
Pengertian DOF
Secara harafiah Depth of Field (DOF) berarti kedalaman ruang. Di dunia fotografi, DOF secara teknis berarti rentang atau variasi jarak antara kamera dengan subjek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman (fokus) gambar yang masih dapat diterima (tidak blur). Dengan kata lain, DOF digunakan untuk menunjukkan ruangan tertentu di dalam foto yang mendapatkan perhatian khusus oleh mata karena adanya perbedaan ketajaman (fokus). DOF bisa tebal, bisa tipis, tergantung kebutuhan atau efek yang diinginkan.

DOF tipis sangat berguna untuk membuat obyek yg dipotret menjadi lebih standout karena perbedaan tingkat ketajaman yg cukup signifikan antara foreground - obyek - background, di mana foreground dan background menjadi out of focus (blur/bokeh). Umumnya digunakan untuk foto manusia, still life, dan macro.
DOF yg tebal sering digunakan untuk foto2 landscape atau arsit
ektur, di mana perbedaan tingkat ketajaman tidak terlalu banyak antara foreground - obyek - background.

Tebal-tipisnya DOF dipengaruhi beberapa hal:

Apperture atau f/stop (semakin gede apperture, DOF semakin tipis, berlaku sebaliknya, yaitu apperture makin kecil, DOF makin tebal)
Focal length (semakin panjang lensa, DOF semakin tipis, berlaku sebaliknya)
Jarak obyek ke kamera (semakin dekat, DOF semakin tipis, berlaku sebaliknya

Secara umum, Depth Of Field dipengaruhi oleh 3 hal yaitu :

*Jarak fokus utama dari kamera
*Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak objek. Jika kita mengubah

jarak antara kamera dengan objek sebesar 3x (lebih jauh – dengan menggeser kamera

mundur dari posisi semula) maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebar semula.
* Bukaan diafragma
* Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan diafragma. Contoh: jika diafragma

dinaikkan 2 stop dari f/8 ke f/16, maka lebar ruang tajam akan menjadi 2x lebar semula.
* Panjang fokus lensa yang digunakan

*Lebar ruang tajam berbanding terbalik dari kuadrat panjang fokus. Dengan kata lain,

lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebar semula jika kita mengubah lensa dari 100mm

ke 50mm (panjang fokus lensa setengah dari semula).

Semakin lebar sudut lensa maka semakin luas daerah ruang tajamnya. Ini artinya,

ketika kamera di-zoom out, objek yang kita shoot akan semakin leluasa untuk bergerak

maju ataupun mundur dalam jarak tertentu dari kamera dan masih terlihat tajam/fokus.

Ruang tajam yang sempit dalam pengambilan gambar telephoto, disebut juga DoF

sempit, sedangkan ruang tajam yang luas dalam pengambilan gambar wide disebut juga

DoF luas.

Semakin membuka diafragma, semakin sempit daerah ruang tajamnya. Ini berarti, mengatur fokus dalam situasi pencahayaan yang kurang akan lebih problematis dikarenakan diafragma harus membuka lebar dan objek tidak akan leluasa untuk bergerak mendekat atau menjauh dari kamera karena akan keluar dari fokus (out of focus).
Kombinasi antara telephoto (zoom in all the way) dan diafragma yang membuka lebar, akan
mengakibatkan ruang tajam yang sempit. Satu contoh, saat pengambilan gambar telephoto (tight shot) seorang penyanyi yang melakukan konser pada malam hari dengan pencahayaan yang minim, kita harus berhati-hati dalam mengatur fokus, karena sedikit saja penyanyi tersebut bergerak mendekat atau menjauh dari kamera, maka dia akan mudah untuk keluar dari fokus.

Depth of field dengan fokus tengah Depth of field dengan fokus depan






Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 (+) EV (Exposure Compensation) (ilmu photography)

Label:
(+) EV (Exposure Compensation)

Kompensasi eksposur adalah teknik untuk menyesuaikan eksposur ditunjukkan oleh paparan foto meter, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan paparan menunjukkan hasil yang kurang dari gambar optimal. Biasanya, rentang penyesuaian pergi dari 2 dengan -2 EV dalam 1 / 3 langkah.

Ini berarti bahwa Anda dapat menyesuaikan eksposur diukur dengan pengukur cahaya dengan mengatakan kamera untuk memungkinkan lebih banyak cahaya dalam (kompensasi eksposur positif) atau untuk memungkinkan lebih sedikit cahaya di (kompensasi eksposur negatif).Secara teknis, Anda bisa mencatat eksposur diukur dengan pengukur cahaya, dan kemudian beralih ke mode Manual dan menyesuaikan diri secara manual.

Tergantung pada bagaimana kamera digital Anda berhubungan dengan kompensasi eksposur (dan mode pemotretan yang digunakan), hal itu mungkin mengatur aperture tetap menjaga konstan kecepatan rana, tetapi dapat menyesuaikan kecepatan rana mempertahankan aperture konstan; atau, mungkin menyesuaikan baik aperture dan kecepatan rana. Pada kamera digital saya gunakan untuk tutorial ini, pertama kamera aperture menyesuaikan dengan tetap menjaga kecepatan rana konstan; jika tidak dapat mengatur aperture lagi, itu kemudian menyesuaikan kecepatan rana.

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI
Read more

0 Under Exposure (ilmu photography)

Label:
Under Exposure

kekurangan pencahayaan. Penyebabnya pun sama, tidak sesuainya pengaturan shutter speed dan aperture (-). Under exposure biasanya juga disebabkan oleh sambaran flash yang terlalu lemah. Hal ini bisa terjadi jika jarak antara objek dengan flash terlalu jauh atau si pemotret terlalu minim mengatur output flash.

Umumnya penggunaan kamera saku ,mengluh hasil foto yamg dapatkan cenderung kurang lerang (underexppsure),terutama flash photography (indoor),ini terutama karena pada kamera jenis ini hanya mengandalkan built – in Flash yang rendah kebiasaan memotret pada jarak maximum jangkauan flash yang sering terjadi adalah :

pada wide angle lens (zoom out max), hanya daerah tengah saja yg cukup cerah, sementara pada bagian tepi / pojok, cenderung lebih gelap, ini dikarenakan keterbatasan coverage area flash (terlepas masalah design lensa, vignetting).

pada lensa tele (zoom in max), cenderung keseluruhan kurang cerah (under), ini disebabkan pada posisi zoom in, bukaan aperture mengecil, sehingga lebih banyak dibutuhkan cahaya, akibatnya jangkauan flash memendek. Untuk menghindari problem tersebut, kita perlu tahu kemampuan flash kamera, umumnya pada kamera saku hanya diberikan data jangkauan max flashnya, misalnya: wide angle: 3 m, tele: 2 m, pd ISO 100.Setiap peningkatan 1 stop / double (ISO 200), jarak tersebut meningkat 1,4 kali, 2 stop / quadruple (ISO 400) meningkat 2 kalinya, sebaliknya bila ISO turun ½ nya (ISO 50) menurun 0,7 kali.

Mencegah Under exposure

Gunakan ISO tertinggi utk kondisi cahaya kurang (low light) dan atau utk obyek bergerak (foto sport / action), agar obyek cukup tercahayai, sekaligus “membekukan” gerak.

Kelemahan dgn penggunaan ISO tinggi, terutama pada kamera bersensor kecil ini, adalah peningkatan noise (dlm kamera analog / film, grainy), akibat peningkatan sensitifitas sensor terhadap cahaya dengan cara menaikkan gain amplifier sensornya. Tapi tingkat noise ini (umumnya consumer digicam max ISO 400), masih layak cetak utk ukuran kecil (3-4R), bila anda “alergi” dengan noise / grainy, hindari ISO 400, gunakan max ISO 200.

Gunakan flash dgn speed rendah (slow synch flash) agar obyek + backgroundnya cukup tercahayai dengan baik.

Ini terutama berguna untuknight shoot / scene, di mana BG yg gelap, akan cukup tercahayai (cerah), hanya yg perlu diingat, walau menggunakan blitz, krn pada speed rendah, usahakan menjaga kamera + subyek fotonya tetap steady (disarankan meng-gunakan tripod / alternatifnya). Keuntungan lainnya, semakin rendah speednya, semakin lebih natural warna cahaya asli yang terekam (misalnya: warna lampu pijar yg lebih warm).

Gunakan nilai (+) EV (exposure compensation) utk “mencerahkan” hasil foto kita. Keuntungan dengan cara ini, adalah: peningkatan kecerahan tidak dibarengi dengan peningkatan noise, karena cara kerjanya adalah dengan menurunkan speed sampai batas “aman”, di mana speed masih cukup tinggi untuk handheld, bila ini masih belum cukup, maka aperturenya yang akandiperbesar; terkait dengan cara kerjanya, kita harus memperhitungkan

akibatnya:

semakin besar nilai (+) EV-nya, semakin rendah speednya, ini tidak cocok untuk “membekukan” gerak obyek, lebih cocok untuk still foto.

bila sampai aperturenya diperbesar, maka DoF-nya akan memendek, tapi hal ini jarang, apalagi mengingat kamera saku digital mempunyai DoF yang “sangat” panjang, kecuali untuk foto macro.

karena kecerahan ini sengaja kita “tambahkan”, maka hindari penggunaannya utk foto dalam jarak dekat / close-up (1 m atau kurang), untuk menghindari over exposure; lebih berguna untuk foto yang mendekati jangkauan max flashnya, agar tidak under exposure hasilnya.

Seberapa besar nilai (+) EV-nya (exposure value) ? tergantung berapa cerah foto yg kita inginkan, kondisi penerangan di lokasi pemotretan, dan jangan lupa sesuaikan dengan ISO setting yg kita gunakan, utk itu lakukan percobaan dulu utk menentukan nilainya.

Photo Under Exposure

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI


Read more

0 Over Exposure (ilmu photography)

Label:
Over Exposure artinya kelebihan pencahayaan…
kalau di fotografer terlalu banyak cahaya yang masuk, bisa dari lampu, Flash atau cahaya matahari yang disebabkan oleh bukaan diafragma yang terlalu besar atau speed ( kecepatan rana ) yang rendah.Hal ini sering terjadi bagi pemula, terutama bila senang memakai mode Manual. Akibat dari kelebihan pencahayaan yaitu foto yang dihasilkan tampak didominasi warna putih atau terang..

Ada yang menyebut kelebihan pencahayaan ini dengan istilah HARZ.Over Exposure juga bisa disebabkan oleh sambaran lampu kilat yang terlalu kuat dan juga bisa terjadi jika jarak antara obyek dengan lampu kilat (flash) terlalu dekat atau si pemotret terlalu penuh mengatur output flash.

Di dalam fotografi, pengaturan pencahayaan merupakan kunci keberhasilan untuk mendapatkan hasil gambar yang diinginkan. Pengaturan pencahayaan ini sangat berkaitan dengan pengaturan diafragma (aperture) dan kecepatan (shutter speed).

Galeri photo over exposure

Cara memperbaiki photo over exposure

Cari foto yang Over Exposure File> Open

Tekan Layer > Duplicate Layer

Atau tekan Ctrl+J. Ganti Blen Mode dari Normal ke Multiply, Opacity 50%

Tekan Ctrl+J berulang-ulang sampai sesuai yang diinginkan.

Setelah sesuai, klik Layer > Flatten Image ( Photoshop CS3 ) agar kalau di SAVE langsung berupa JPEG file seperti semula, tidak berbentuk PSD

File> Save

Finish

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more

0 P O I (POINT OF INTEREST)(Ilmu photography)

Minggu, 21 November 2010 Label:
P O I
Point Of Interest


”Point of Interest” atau POI adalah titik pada sebuah foto di mana inti ”cerita” foto itu terletak. POI membimbing orang yang melihat foto itu untuk memahami konteks foto secara keseluruhan dalam seketika. Menemukan POI juga memudahkan seorang fotog
rafer untuk merekam sebuah kejadian dengan cepat.

Foto 1 merekam Paus Johannes Paulus II (almarhum) di tengah para kardinal dari Amerika Serikat tahun 2004. Secara kebetulan, Paus tercahayai, sementara yang lain tidak. Dengan penjelasan sederhana dan mudah dipahami, Paus Johannes Paulus II langsung menjadi POI dan dalam seketika foto ini menjadi sangat jelas. Sang fotografer yang melihat ”mencoloknya” Paus Johannes Paulus karena tercahayai langsung bereaksi dan memotret tanpa harus berpikir terlalu dalam. POI yang begitu nyata memudahkan eksekusi fotografi.

Demikian pula Foto 2 yang merekam penempatan pasukan baru AS di Alaska tahun 2003. Saat menyadari adanya seorang tentara berkulit hitam di tengah tentara berkulit putih, fotografer Bill Roth tidak perlu berpikir dalam-dalam untuk langsung bisa menghasilkan foto yang sangat menarik.

Di Foto 3 ini, Pemulung itu jelas bagian penting dari masalah yang ada, yaitu masalah banyaknya sampah di Waduk Pluit. Maka, dengan menempatkan sang pemulung sebagai POI fotonya, langsung mendapatkan sebuah foto yang layak muat dan ”berbicara”, bahkan dalam beberapa komposisi. Di halaman ini hanya dimuat salah satu di antaranya saja.

Menemukan POI adalah proses yang harus segeradilakukan kalau menghadapi sebuah ”adegan sulit”. Begitu kita bisa menemukan POI-nya, sebenarnya saat itu kita sudah bisa melakukan eksekusi pemotretan.Demikian pula Foto 4 yang merekam kekeringan di daerah Sleman, DI Yogyakarta. Begitu ada orang melintas dan cukup fotogenik, dengan cepat rekaman kekeringan di Sleman terjadi.

Namun, adakalanya sebuah foto justru menjadikan POI-nya sebagai ”kejutan” alias POI-nya justru sangat tidak menonjol. Foto 4 yang meraih penghargaan internasional tahun 80-an menjadi menarik setelah Anda menemukan POI-nya. Dapat? Arbain Rambey

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI
Read more

0 Cara label berputar

Sabtu, 20 November 2010 Label:

Cara Label blog berputar

Caranya:
1. Login ke
Blogger dengan ID anda.
2. Klik Tata Letak
3. Klik tab Edit HTML
4. Download dahulu template anda dengan mengklik Download Template Lengkap
5. Kemudian klik button Expand Template Widget dan cari kode yang seperti ini :
6. Copy kode berikut ini setelah kode diatas




1. Mengubah lebar dan tinggi kolom serta warna background
Angka "240" adalah lebar kolom

Angka "300" adalah tinggi kolom

Sedangkan #ffffff adalah kode untuk backgroud

2. Merubah warna font,

so.addVariable("tcolor", "0x

333333

");

3. Merubah ukuran font
so.addVariable("tagcloud", "12 '>");

Selamat mencoba.......

Read more

0 APERTURE (ilmu photography)

Label:
APERTURE

Pengertian Aperture

Aperture disebut juga diafragma.Aperture adalah salah satu penentu ketajaman di dalam salah satu foto, aperture lah yang mengatur ruang ketajaman.Alat ini biasanya terdapat di belakang lensa. Terdiri dari 5-8 lempengan logam yang tersusun dan dapat membuka lebi lebar atau lebih sempit.

Cara kerja Aperture

Aperture yang telah diset berpengaruh pada ukuran lubang tadi. Semakin besar lubangnya, semakin besar cahaya yang masuk.

Cara kerja aperture mirip pupil pada mata manusia, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kecil diameter pupil, begitu pula sebaliknya semakin sedikit cahaya yang masuk, semakin besar diameter pupil.

Fungsi Aperture

untuk keperluan menciptakan ruang ketajaman dalam foto. Misalnya anda ingin membuat foto seseorang dengan latar belakang buram, itu artinya anda harus menciptakan ruang ketajaman yang sempit.Aperture berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film atau sensor.

Cara mengetahui letak Aperture di kamera

Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dst. Angka - angka tersebut dikenal sebagai f-number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dst. Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6

Contoh perbedaan foto dengan menggunakan f-number kecil hingga besar

Mulai dari aperture f2.8 , f5.6 , f8.0 , f11 menghasilkan cahaya dan keburaman yang berbeda.

Semakin besar f nya maka kualitas foto akan semakin baik, begitupula sebaliknya.

Pengaruh aperture dengan hasil foto

Bukaan besar
Bukaan diafragma yang besar digunakan untuk menghasilkan foto dengan subjek yang tajam dengan latar belakang blur.

Bukaan kecil
Bukaan kecil akan menghasilkan gambar yang tajam mulai dari foreground hingga background. Bukaan kecil biasanya digunakan dalam pemotertan landscape yang memang membutuhkan detail dan ketajaman di seluruh bagian foto.

Contoh perbedaan foto dengan aperture besar & kecil

Foto yang diatas menggunakan aperture atau bukaan besar, sehingga cahaya yang tertangkap lebih banyak.

Sedang foto yang di bawah menggunakan aperture kecil, sehingga cahaya yang tertangkap sedikit.

Info lebih lengkap Download aja filenya DISINI

Read more
 
FantasyGrafis © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates